Minggu, 20 Juli 2014

Salah Untuk Peduli?

Posted by Salsabila Tantri Ayu at 09.06
Reactions: 
0 comments Links to this post
Hai. Saya kembali! Liburan panjang cukup membuat saya lebih produktif sesungguhnya. Saya bisa melakukan banyak yang tidak bisa saya lakukan di hari sekolah karna faktor keterbatasan waktu. Pada saat liburan saya merasa seperti I have an unlimited days. I dont have to worry what time it is, what day is today, is there any homework or not. I am totally free. I’m so happy. Hahaha oh ya saya sudah 16 tahun hampir 17 dan besok saya sudah kelas 11 SMA sejujurnya saya belum siap untuk dilimpahkan beban dan masalah-masalah orang dewasa.

‘Salah untuk peduli?’ begitulah judulnya berbunyi. Sebenarnya postingan ini tidak menjurus pada orang-orang tertentu atau apapun. Ini cuma sebuah catatan yang tidak penting dari saya. Tiba-tiba saja pukul 01.00 AM ini saya ingin menulis tentang ini.

Jadi, yang akan dibicarakan disini adalah......tentang orang orang yang menganggap saya 'ah lo belom punya ktp ngapain sok sok peduli politik' 'masih kecil aja' 'orang-orang mulai menjadi sok politik' 'ktp aja belom punya udah ngomongin pilpres' dan lain lain.

Sebenarnya saya agak merasa kasian dengan mereka yang berkomentar seperti itu, no offense. Don't hate me, okay. Saya memang agak menyukai dunia politik. Itu selalu seru untuk saya bahas. Apalagi untuk momen momen seperti ini saat saat 'pesta rakyat' digelar. Orang pasti berbondong-bondong membahas politik karna memang saat yang sangat ideal untuk berbicara tentang hal itu. Jadi menyebabkan saya menjadi agak sering berkomentar tentang capres atau cawapres dan lain-lain. Baik saya bicarakan dengan teman-teman saya ataupun melalui media sosial saya. Tapi memang ada saja bilang saya tidak punya ktp dan tidak pantas berpolitikus ria.

Tolong garis bahawi ini ya. Saya sudah diajarkan pendidikan kewarganegaraan dari sejak sekolah dasar. Hal itu tentu mengajarkan kepada kita agar menjadi warga negara yang baik. Yang peduli terhadap negara. Nah saat saya merasa peduli terhadap negara saya. Terhadap siapa orang yang akan memimpin negara saya kedepannya. Tapi saya malah ditagih sebuah ktp. Sudah jelas saya hanya ingin merasa peduli terhadap negara ini dibidang pemerintahan. Berhubung saya tidak dapat melakukan apa-apa hanya ini yang bisa saya lakukan. Menurut anda mending mana, anak kecil yang peduli negara? Atau orang dewasa yang cuek bebek dan lain-lain? Oh oke mungkin maksud anda perbandingannya tidak ballance. Oke saya ganti keduanya anak kecil. Yang satu peduli yang satu tidak. Pilih mana? Perlu saya beri kunci jawaban untuk menjawab? Hahaha sorry for being sarcastixxx.

Banyak sekali pengamat politik yang mengatakan bahwa media sosial kini sangat berpengaruh besar terhadap opini masyarakat. Jadi, maksud saya dengan cara kita ‘berkoar’ mungkin saja itu salah satu cara ‘anak dibawah umur’ berkampanye. Untuk meyakinkan orang tentang salah satu kandidat capres or cawapres. Bukan berarti saya merasa pilihan saya yang paling benar.


Kayanya makin kebawah makin gapenting ya? Udah ya. Byeeeeeeee! :)

Selasa, 27 Mei 2014

Terjemahan Lirik Lagu Birdy - People Help The People

Posted by Salsabila Tantri Ayu at 02.53
Reactions: 
0 comments Links to this post
God knows what is hiding in that weak and drunken heart
Tuhan mengetahui apa yang disembunyikan dalam kelemahan dan kemabukan hati

I guess you kissed the girls and made them cry
Ku rasa kau telah mencium banyak gadis dan membuatnya menangis

those Hardfaced Queens of misadventure
Para ratu yang tegar dalam sebuah kecelakaan

God knows what is hiding in those weak and sunken eyes
Tuhan tahu apa yang tersembunyi dari kelemahan itu dan mata cekung

a Fiery throng of muted angels
Yang membara dari malaikat yang terdiam

Giving love and getting nothing back
Mencintai dan tak dicintai

People help the people
Manusia membantu sesamanya

And if your homesick, give me your hand and i'll hold it
Dan jika kau rindu rumah, ulurkan tanganmu ku kan mengegenggamnya

REFF

People help the people
Manusia membantu sesamanya

And nothing will drag you down
Dan tak ada yang menjatuhkanmu

Oh and if I had a brain, Oh and if I had a brain
Dan jika aku punya akal,

i'd be cold as a stone and rich as the fool
Aku akan menjadi sedingin batu dan kaya seperti orang bodoh

That turned, all those good hearts away
Itu berubah, semua yang berbaik hati pergi

God knows what is hiding, in that world of little consequence
Tuhan tau apa yang tersembunyi di dalam dunia kecilnya

Behind the tears, inside the lies
Dibalik air mata, di dalam tipu daya

A thousand slowly dying sunsets
Ribuan mentari terbenam perlahan

God knows what is hiding in those weak and drunken hearts
Tuhan mengetahui apa yang disembunyikan dalam kelemahan dan kemabukan hati

I guess the loneliness came knocking
Ku rasa kesepian datang menghampiri

No on needs to be alone, oh save me
Tak perlu menjadi sendiri, oh selamatkan ku


BACK TO REFF

Sabtu, 03 Mei 2014

Ada?

Posted by Salsabila Tantri Ayu at 23.15
Reactions: 
1 comments Links to this post
Hi! Sudah sangat lama ya saya tidak ada new post dari blog ini. Ya, karena kemarin saya sibuk bersekolah. Tau sendiri seberapa banyak tugas anak ‘SMA’ :) cukup melelahkan, hm, no. Sangat  melelahkan, menurut saya.

Ohya, sebelumnya mengapa saya menggunakan kata pengantar ‘saya’ dalam postingan kali ini? Karena, saya ingin terlihat lebih wise & sopan sehubungan dengan apa yang ingin saya sampaikan kali ini :)

So, the idea of the story is began when beberapa hari lalu tepatnya Kamis, 13 Maret 2014 saya mengunjungi sekolah menengah pertama saya di Tangerang. Sebenarnya, saya datang karna kebetulan saya dipanggil oleh salah satu guru saya untuk ‘sharing’ kepada adik adik kelas yang akan menjalankan ujian nasional.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di bangunan itu seluruh memori menguak. Dari mulai pertama masa MBS atau MOPDB sampai momen momen kelulusan. Berputar secara teratur di otak saya. Kangen. Jujur, saya sangat suka suasana sekolah menengah pertama saya tersebut. Seandainya saya boleh memilih, saya ingin kembali bersekolah di tempat itu lagi. Ada banyak hal yang tidak atau setidaknya ‘belum’ bisa saya temukan di sekolah menengah atas saya. :)

Baru melewati beberapa kelas saya bertemu guru-guru. Terharu rasanya ketika melihat guru-guru kita masih mengingat kita dengan kesan & kenangan yang sangat baik. Itu yang saya rasakan. Nah, akhirnya kita akan sampai pada inti topik pembicaraan saya ini. Saya ingin berbicara mengenai guru-guru saya. Ketulusan mereka. Mereka sangat tulus.

Ada kurang lebih 6 guru yang sangat dekat dengan saya. Saya sangat menghargai mereka, saya berjanji tidak akan melupakan ketulusan mereka. Kata ‘tulus’ inilah yang menjadi topik. Sejauh ini, setelah saya menjalani kurang lebih 9 bulan menjadi anak SMA saya belum menemukan guru yang mengajar saya dengan tulus. Sebagaimana yang saya temukan di SMP.

Saya akan menceritakan characteristic dari beberapa guru yang saya kenal dekat di SMP yang membuat saya sangat sangat menghargai mereka lebih dari guru-guru yang lain.

Guru IPS saya, Pak Step. Saya bersumpah, mungkin dia hanya satu berbanding seribu yang memiliki ketulusan hati. Caranya mengajar itu bukan semata-mata hanya menyampaikan materi, memberikan ujian, menilai dan menyerahkan nilai. Saya rindu dengan guru-guru seperti ini. Guru yang diawal pengajarannya menyapa anak-anak, menanyakan kabar atau keadaan, berbincang-bincang sebelum memulai pelajaran, melakukan motivasi seperti layaknya “anak-ayah”, menjelaskan materi dengan ketulusan hati bukan hanya ‘sadar pekerjaan’. Apakah ada? Ya, mungkin ada. Tapi, saya belum menemukan. Saya berharap bisa menemukan guru seperti itu lagi! :)

Berlanjut ke guru matematika saya, Pak Koja. Saya diajar beliau hanya dari kelas 9. Berbeda dengan Pak Step yang mengajar saya kurang lebih dua tahun. Pak Koja yang saya kenal adalah guru yang sangat sederhana, jenius, humoris, selalu tahu apa yang kita butuhkan. Mungkin dia guru paling sederhana yang pernah saya temui, saya sangat berterimakasih saya bisa mendapatkan kesempatan diajar dengan beliau. Kalimat ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ mungkin bila saya boleh memilih dialah yang paling layak mendapatkan gelar tersebut. Guru sejati, dia benar-benar yang mengajar seperti memberikan ‘seluruh ilmu’ yang dia punya untuk kami, para muridnya. Tanpa ia sisakan sedikit pun. Dia sangat mengerti saya. Mungkin mengerti juga kemampuan siswa-siswa yang lainnya secara detail. Humoris, juga merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan kepribadiannya. Mungkin banyak guru ‘lucu’ seperti ini. Setuju tidak kalau kita butuh lebih banyak guru seperti beliau? :)

Hm, oke selanjutnya Bu Ani. Dia guru IPA saya di kelas 9. Pengetahuan umumnya cukup luas, dia sering menambahkan ‘pengetahuan umum’ di dalam materi pengajarannya. Cara mengajarnya mungkin sama seperti guru pada umumnya. Namun yang saya suka dari Bu Ani adalah ia sangat sangat memikirkan masa depan muridnya. Saya masih ingat suara lantang & menggebu-gebunya saat mengajar. Semangat. Itu yang saya temukan. Apakah masih ada guru yang memiliki semangat tinggi untuk mengajar seperti beliau? Mungkin ada. Tapi, saya belum menemukannya. :)

Dua guru ini mungkin terakhir yang akan saya ceritakan. Yang pertama adalah Pak Bambang, guru IPS kelas 8 sekaligus PA saya sebutannya atau Pembibing Akademis atau yang biasa disebut Wali Kelas. Saya kagum akan ketegasannya, rasanya seantero sekolah tahu akan hal itu. Namun, dibalik ketegasannya ia juga merupakan guru yang sangat perhatian terhadap muridnya. Terakhir Pak Saronih, yang saya kagumi dari nya adalah pembawaannya dalam mengajar. Baginya, mungkin mengajar adalah hal yang menyenangkan. Mengajar dengan santai tanpa merasa ‘tertekan, dituntut atau terpaksa’ mengajar sudah seperti kewajiban. Setidaknya itu yang bisa saya ambil dari caranya mengajar.

Saya sangat rindu dengan orang-orang tadi. Mungkin, mereka bukanlah orang-orang yang memiliki kejeniusan, kepintaran yang superioir. Justru yang saya lihat, ketulusan. Bukan kesombongan akan ilmu yang telah mereka miliki. Mereka menanggap mengajar adalah suatu hal yang suci. Mengajar bukanlah profesi yang hanya memberi materi-menuntut para siswa mengerti - marah bila siswa tidakmengerti - marah ketika siswa mendapat nilai buruk tanpa tahu penyebabnya.

Apakah masih ada guru yang mengajar benar-benar ‘tulus’ seperti layaknya orang tua mengajarkan anaknya sampai benar-benar bisa? Apakah masih ada guru-guru yang menyapa ‘hai anak-anak apa kabar’ seperti itu? Apakah masih ada guru yang mendatangi muridnya dan bertanya ‘kenapa belum mengerti, nak’? Apakah masih ada guru yang mengajar dengan mata penuh semangat bukan dengan mata lelah mengantuknya akibat stres menilai semua tugas-tugas yang sangat banyak yang ia berikan sendiri? Apakah masih ada guru yang mengajar tanpa mengharap imbalan? Mungkin ada. Jujur, saya sangat sangat berharap masih banyak guru – guru seperti itu.

Karena seseungguhnya itu yang ‘kami’ butuhkan. Saya bukan apa-apa saya hanya siswa kelas 10 yang merasa rindu terhadap guru-gurunya di sekolah sebelumnya. Maaf bila ada yang salah :)
Nyaw, bye-bye! xx

Sabtu, 28 Desember 2013

Review EP The Overtunes

Posted by Salsabila Tantri Ayu at 05.39
Reactions: 
0 comments Links to this post

Hi, aku udah lama banget ga update di blog hihi kangen banget sama kegiatan ini. Kemarin gara-gara focus sekolah dan kurang waktu main, sosialisasi dan lain-lain! Tapi, sekarang akhirnya bisa update lagi. Kali ini aku bakal me-review EP dan MV The Overtunes. Padahal aku juga belum tau cara ngereview yang baik dan efektif. Sebelumnya aku bakal jelasin dulu, jadi aku mereview EP atau MV The Overtunes itu adalah salah satu project yang dikasih sama The Overtunes buat para fansnya. Nah, katanya siapa yang bisa ngelakuin semua project dari The Overtunes akan dapet special gift, seru kan? Seru lahya. Udah seruin aja. Udah yuk langsung aja.

Nah pertama aku mau review EP-nya dulu nih. Buat kalian yang belum tahu apasih itu EP? Jadi, EP itu singkatan dari Extended Play semacam mini album gitu. Jadi inituh EP pertama The Overtunes. Sebelumnya, aku mau jelasin dulu gimana cara ngedapetinnya. Jadi waktu itu PO-nya lewat email, Kita email ke theovertunesstore@gmail.com usai order aku dapat email balesan yang isinya perintah untuk transfer sejumlah uang. Kemudian, aku transfer deh, nah bukti transfernya itu di foto, terus di kirim lagi deh buktinya via email. Setelah itu pihak The Overtunes akan membalas ‘pembayaran telah diterima’ kalau udah begitu tinggal tunggu EP di tangan deh yeay!

Mau tau gak isinya ada apa aja? Yuk kita bahas :)
Sebelumnya, ini EP-nya!
Mulai dari hardcovernya ya, kalau diliat dari hardcovernya sih warnanya agak agak vintage gitu. Hardcover EP berwarna cokelat muda. Di tambah dengan foto The Overtunes yang terlihat ‘dingin’ dan mamerin tampang cool mereka haha udah gitu foto mereka backgroundnya kaya di bangunan bangunan lama gitu. Di bagian atas ada lambang sayap dan tulisan ‘sayap pelindungmu’ dan terlihat seperti handwriting. Dibagian bawah covernya ada logo ‘The Overtunes’ dan tulisan ‘EXTENDED PLAY’. Pokoknya hardcovernya enak banget diliat deh. Gak norak. Kesannya simple dinamis keren deh!

Ke halaman selanjutnya ya, di sebelah kiri ada tempat CD, kan biasanya kalo tempat CD biasa kan dari plastik kan lubang di tengahnya, tapi kalo di EP ini ake karet jadi lembut gitu pas CD-nya diangkat, simple bukan? Nah, kalo CD-nya diangkat background dari halaman ini actually cuma kaya batubata gitu. Tapi manis banget, enak diliat. Lagi-lagi di halaman itu kita bisa nemu logo The Overtunes.

Nah, halaman ketiga, bagian sebelah kanannya itu ada foto The Overtunes yang sama seperti di hardcover, tapi dengan ukuran yang lebih besar dengan glossy paper.

Ke lembar berikutnya, nah tadi sebelumnya ada foto The Overtunes satu lembar. Berikutnya foto The Overtunes dalam 2 lembar jadi bentuknya kaya landscape gituuu hihi. Fotonya mereka duduk dan lagi megang gitar semua. Aduh tambah cool yaaa. Ditambah kotak kecil dibagian kanan atas yang isinya daftar lagu yang ada di EP ini, diantaranya:
01.   Sayap Pelindungmu (Centre Of Gravity)
02.   Soulmate
03.   Soulmate (The Overtunes Version)
Including HD Video Clip
“Sayap Pelindungmu (Centre Of Gravity)”
Tapi sayangnya kenapa di EP ini gaada original song-nya mereka maksudnya yang lirik, nada pokoknya semuanya yang mereka buat sendiri gitu. Terus CD-nya untuk ngeliat Video Clipnya harus dari PC gabisa dari VCD biasa.

         Lanjut lagi ya yuk, nah ini termasuk halaman favorit aku sih hehe kenapa? Karna disini banyak foto mereka dalam berbagai angle. Terus muka-muka merekanya juga ceria jadi enak banget diliat bisa jadi penyemangat gitu apalagi di lembar ini ada beberapa kata like,”We are one.” “Soar high.” “Change the world with music.” Yang terakhir kayanya visi dari mereka bertiga deh. Keren-keren, give applause!
        
       Next page, nah dua halaman ini isinya lirik lagu mereka yang ‘Sayap Pelindungmu’ dan ‘Soulmate’ yang ditulis tangan oleh para personil The Overtunes. Ketika aku baca bagian bawah di lirik ‘Sayap Pelindungmu’ aku baru tau kalau ternyata musik/nada-nya ini bukan The Overtunes yang buat jadi kayanya lagunya emang udah ada dan dinyanyiin sama boyband ‘Boyzone’. Tapi liriknya tetep The Overtunes yang buat kok. Keren kak liriknya, anti mainstream gitu gak bosenin dan gangasih kesan norak gitu hehe.
               
    Selanjutnya, ada profile masing-masing personil dan ada handwriting mereka masing-masing ada foto-fotonya juga! Terus terselip pesan-pesan tertentu di sini. Disini aku mau mengutip dari handwriting mereka yang membuat EP-nya terlihat semakin ekslusif:
“Aku bukan penyanyi, aku musisi, seniman. Musik itu passion, bukan paksaan. Aku idealis, dan gak mau dipengaruhi orang lain. Buat aku setiap lagu itu cerita.” – Angelo Mikha

How a great quote! Aku suka banget sama kata-katanya. He’s amazing.

“Aku percaya aku terlahir sebagai musis yang harus fokus untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpiku.” – Reuben Nathaniel

He’s adereuble! HEHEHE

“Aku gak pernah suka sama yang namanya membatasi cita-cita, selalu kejar momentum. Selagi bisa bikin dunia bahagia kenapa enggak? Punya prinsip sama kepercayaan yang kuat tertanam dan selalu dipakai jadi dasar hidup.” – Mada Emmanuelle

Bisa diliat kan dari quotenya? He’s so wise person, I think. Dari semua handwriting tadi tulisan Mada paling rapi dan panjang loh. Keliatan juga dari kata katanya kalau dia orang yang religius.
         
        Next page, ada ucapan terimakasih buat semua pihak yang terlibat dan yang menginspirasi mereka dalam pembuatan EP ini. Tentu sangat banyak pihak yang terlibat ya.

Terus di last page, itu ada Certificate of Authenticity, aku dapet nomor 287, not my lucky number but its okay. Dibawahnya ada bacaan yang enerangkan bahwa EP ini dibuat sebanyak 777 copies. Awalnya bingung sih, berarti dari awal emang udah pengen dibuat 777 dong? Bukan 500 lagi hehe. Agak bingung juga sih, Ohiya, terus dibawahnya ada tanda tangan asli mereka loh, no printing, no scanning, this is real mereka tanda tangan menggunakan tinta perak. Sebelum di tutup EP-nya masih ada lagi nih, kita dapet bonus 2 sticker logo The Overtunes dan photopack. Aku dapet photopack Reu, berharapnya sih dapet photopack ke-3nya. Ohiya seinget aku juga photopacknya di tanda tanganin, tapi ini enggak. Photo packnya berbentuk polaroid gitu.

Wow! Harga 175.000 yang tadinya aku bilang terlalu mahal, tapi pas udah liat isinya aku jadi ngerasa kalau ini WORTH IT banget:) 

Selain project review, aku juga ikut project yang ngeshare-ngeshare ituuuu. Tadinya pengen via Instagram, cuma mikir dulu kan kalo di instagram itu kalo kita ngeshare link itu kaya useless soalnya gabisa lansung ke alamat URL-nya itu. Yeaaaaaaaaaay akhirnya selesai project review sama share ada niat mau buat project artwork sih, ditunggu aja yaaa lagi belajar photoshop juga soalnya :) 
Mau tau aku share dimana aja? Here we go!
Via ask.fm
Via Line
Via Path
 
Via WhatsApp


        
 

Salsa's blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review